.

Bab 10 (Manusia dan Kegelisahan)

A.Pengertian Kegelisahan
            Kegelisahan berasal dari kata gelisah,yang berarti tidak tenteran hatinya,selalu merasa khawatir,tidak tenang,tidak sabar,cemas.Sigmund freud ahli psikoanalisa berpendapat,bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan(obyektif),kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
a).Kecemasan obyektif
            kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.Bahaya adaalh sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya.
b).Kecemasan neorotis(syaraf)
            Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.Menurut Sigmund Freud,kecemasan ini dibagi tiga mcam,yakni:
1).Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.
2).Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional(phobia).
3).Rasa takut lain ialah rasa gugup,gagap,dan sebagainya.
c).Kecemasan moril
    Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang.

B.Sebab-sebab orang gelisah
            Apabila kita kaji,sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya.Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman,baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
C.Usaha-usaha mengatasi kegelisahan
            Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri,yaitu kita harus bersikap tenang.Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang,sehingga segal kesulitan dapat kita atasi.Untk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan.


D.Keterasingan
            Keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan,terpencil atau terpisah dari yang lain.Yang menyebabkan orang berada dalamm keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat.
E.Kesepian
            Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang,sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang,tidak berteman.Frustasi  merupakan penyebab kesepian.
F.Ketidakpastian
            Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti,tidak tentu,tidak dapat ditentukan,tidak tahu,keadaan tanpa arah yang jelas,keadaan tanpa asal-usul yang jelas.
G.Sebab-Sebab Terjadi Ketidakpastian
            Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah:
1.Obsesi
            Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa,yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus,biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita.
2.Phobia
            Ialah rasa ketakutan yang tak terkendali,tidak normal,kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
3.Kompulasi
            Ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan,sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
4.Histeria
            Ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental,kekecewaan,pengalaman pahit yang menekan,kelemahan syaraf,tidak mampu menguasai diri,sugesti dari sikap orang lain.
5.Delusi
            Menunjukan pikiran yang tidak beres karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.delusi ini ada tiga macam,yaitu:
a).Delusi persekusi:Menganggap keadaan sekitarnya jelek.
b).Delusi keagungan:Menganggap dirinya orang penting dan besar.
c).Delusi melacholis:Merasa dirinya bersalah,hina dan berdosa.
6.Halusinasi
            Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera.
7.Keadaan Emosi
            Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya.
H.Usaha-usaha Penyembuhan Ketidakpastian
            Orang yang tidak dapt berpikir dengan baik,atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya.Jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendri ke psikolog.

Resume bab 9 (Manusia dan Tanggung Jawab)

A.Pengertian Tanggung Jawab
                                Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.Tanggung jawab adalah cirri manusia beradab(berbudaya).Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu,dan menyadari pula bahaw pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,penyuluhan,keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B.Macam-Macam Tanggung Jawab
                Tanggung Jawab dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya,yaitu:
(a)Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
(b)Tanggung jawab terhadap keluarga
                Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga.Tetapi tangung jawab juga merupakan kesejahteraan,keselamatan,pedidikan,dan kehidupan.
(c)Tanggung jawab terhadap Masyarakat
                Manusia pada dasarnya merupakan makhluk social sehingga manusia harus saling berkkomunikasi antar sesamanya.Sehingga manusia merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain sehingga wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertangguna jawabkan kepada masyarakat.
(d)Tanggung jawab terhadap Bangsa/Negara
                Setiap warga Negara  memiliki tanggung jawab kepada negaranya.Sehingga bila perbuatan manusia itu salah,maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
 (e)Tanggung jawab terhadap Tuhan
                Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan.Sehingga tindakan mmanusia tidak bias lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.

C.Pengabdian dan Pengorbanan
                Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.Pengabdian dan Pengorbanan adalahperbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
(a)Pengabdian
                Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran,pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan,cinta,kasih sayang,hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
(b)Pengorbanan
                Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan,sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian.
Kesimpulannya:
                Setiap manusia memiliki tanggung jawab yang wajib dipenuhi.Tanggung jawab Manusia terdiri dari:diri sendiri,keluarga,masyarakat,Negara,Tuhan.Tanggung jawab juga terdapat dalam bentuk pengabdian maupun pengorbanan.

Manusia dan Pandangan Hidup (IBD Bab 8)

A.Pengertian Pandangan Hidup
                Pandangan Hidup = Hasil pemikiran yang dapat diterima oleh akal,sehingga diakui kebenarannya.Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam:
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang
       Terdapat pada Negara tersebut.
(C)Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.
                Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai suatu organisasi,maka pandangan hidupp itu disebut ideologi.



B.Cita-cita
                Menurut kamus umum Bahasa Indonesia,yang disebut cita cita adalah keinginan,harapan,tujuan yang selalu ada dalam pikiran.Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicitacitakan,hal itu bergantung dari tiga factor.Pertama,manusianya yaitu yang memiliki cita cita;kedua,kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita citakan;dan ketiga seberapa tinggikah cita cita yang hendak dicapai.
C.Kebajikan
                Kebajikan atau Kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sesuai dengan norma norma agama dan etika.Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal,sebagai berikut:
1.Pembawaan
2.Lingkungan
3.Pengalaman yang khas yang pernah diperoleh.

D.Usaha/Perjuangan
                Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita.Setiap manusia kerja keras untuk kelanjutan hidupnya.
               
E.Keyakinan/kepercayaan
                Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan tuhan.Menurut Prof.Dr.Harun Nasution,ada tiga aliran filsafat,yaitu aliran naturalism,aliran intelektualisme dan aliran gabungan.
(a)Aliran Naturalisme
                Aliran naturalism berintikan spekulasi,mungkin ada tuhan mungkin juga tidak ada tuhan.Lalu mana yang benar ? yang benar adalah keyakinan.Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan.Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran ajaran tuhan yaitu agama.Ajaran agama itu ada dua macam yaitu:
1.Ajaran agama dogmatis,yang disampaikan oleh tuhan melalui nabi-nabi.
2.Ajaran agama dari Pemuka-pemuka agama yaitu sebagai hasil pemikiran manusia,sifatnya relative(terbatas).
(b)Aliran intelektualisme
                Dasar aliran ini adalah logika/akal.Manusia mengutamakan akal.Dengan akal manusia berpikir.
(c)Aliran Gabungan
                Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal.Jadi,apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.
F.Langkah-Langkah berpandangan hidup yang baik
                Langkah langkah Mempunyai pandangan hidup yang baik:
(1)Mengenal
                Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
(2)Mengerti
                Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti.Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendri.
(3)Menghayati
                Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu.dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
(4)Meyakini
                Setelah mengetahui kebenaran dan validitas,baik secara kemanusiaan maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun Negara dan dari kehidupan di akherat,maka hendaknya kita myakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu.Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
5.Mengabdi
                Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih lebih oleh orang lain.Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya.
6.Mengamankan
                Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang menggangu dan atau menyalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan.
Kesimpulan:
                Manusia sebagai makhluk hidup pasti mempunyai pandangan hidup.Melalui pandangan hidup itu manusia akan menemukan berbagai sikap positif seperti cita-cita yang ingin dicapai,kebajikan,usaha,keyakinan.Untuk memiliki hal tersebut kita diharuskan memiliki pandangan hidup yang benar agar semua itu berhasil.

Ilmu Budaya dasar – MANUSIA DAN KEADILAN bab7

6.1 PENGERTIAN KEADILAN
  • Menurut Aristoteles, Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia.
  • Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia  sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
  • Menurut Socrates, Keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
  • Kong Hu Cu berpendapat bahwa Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.
  • Menurut W.J.S Poerwodarminto, kata adil berarti tidak berat sebelah dan tidak semena – mena serta tidak memihak.
  • Secara umum, Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
  • Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.


 6.2 KEADILAN SOSIAL
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, keadilan mempunyai arti sifat (perbuatan, perlakuan dsb ) yang tidak berat sebelah ( tidak memihak ). Sedangkan sosial berarti segala sesuatu yang mengenai masyarakat, kemasyarakatan atau perkumpulan yang bersifat dan bertujuan kemasyarakatan (bukan dagang atau politik).
  • Makna Keadilan
Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.
Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa; menuntut setiap warga negara mengakui Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan tujuan akhir, baik dalam hati dan tutur kata maupun dalam tingkah laku sehari-hari. Konsekuensinya adalah Pancasila menuntut umat beragama dan kepercayaan untuk hidup rukun walaupun berbeda keyakinan.
Sila Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab; mengajak masyarakat untuk mengakui dan memperlakukan setiap orang sebagai sesama manusia yang memiliki martabat mulia serta hak-hak dan kewajiban asasi. Dengan kata lain,  ada sikap untuk menjunjung tinggi martabat dan hak-hak asasinya atau bertindak adil dan beradap terhadapnya.
sila Ketiga, Persatuan Indonesia;  menumbuhkan sikap masyarakat untuk mencintai tanah air, bangsa dan negara Indonesia, ikut memperjuangkan kepentingan-kepentingannya, dan mengambil sikap solider serta loyal terhadap sesama warga negara.
Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarahan/perwakilan;  mengajak masyarakat untuk bersikap peka dan ikut serta dalam kehidupan politik dan pemerintahan negara, paling tidak secara tidak langsung bersama sesama warga atas dasar persamaan tanggung jawab sesuai dengan kedudukan masing-masing
sila Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; mengajak masyarakat aktif dalam memberikan sumbangan yang wajar sesuai dengan kemampuan dan kedudukan masing-masing kepada negara demi terwujudnya kesejahteraan umum, yaitu kesejahteraan lahir dan batin selengkap mungkin bagi seluruh rakyat.
6.3 MACAM-MACAM KEADILAN
  1. Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
  1. Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
  1. Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
  • Contoh kasus dari Komutatif :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.
6.4 KEJUJURAN
Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga karena  bernilai tinggi. Kejujuran diikat dengan hati nurani manusia, dan keduanya itu merupakan anugerah dari Allah Swt. Kejujuran merupakan sifat manusia sejak awal tetapi untuk digunakan atau tidak suatu kejujuran itu kembali ke pribadi itu sendiri
Dengan kejujuran ini sebagai hasilnya manusia meliki kepercayaan dan harga diri yang tinggi. Dengan kita bicara jujur manusia mendapat kepercayaan dari orang-orang disekitar serta dinilai baik dimata Tuhan
  • Hal” yang dapat menghilangkan kejujuran :
  1. Bohong,
  2. Mencuri,
  3. Manipulasi,
  4. Inkar janji.
6.5  KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.
  •  Jenis kecurangan
Sebagai konsep legal yang luas, kecurangan menggambarkan setiap upaya penipuan yang disengaja, yang dimaksudkan untuk mengambil harta atau hak orang atau pihak lain.  Dua kategori yang utama adalah pelaporan keuangan yang curang dan penyalahgunaan aktiva.
  1. Pelaporan Keuangan yang Curang
Pelaporan keuangan yang curang adalah salah saji atau pengabaian jumlah atau pengungkapan yang disengaja dengan maksud menipu para pemakai laporan keuangan itu. Pengabaian jumlah kurang lazim dilakukan, tetapi perusahaan dapat saja melebihsajikan laba dengan mengabaikan utang usaha dan kewajiban lainnya.
  1. Penyalahgunaan aktiva.
Penyalahgunaan (misappropriation) aktiva adalah kecurangan yang melibatkan pencurian aktiva entitas. Pencurian aktiva perusahaan sering kali mengkhawatirkan manajemen, tanpa memerhatikan materialitas jumlah yang terkait, karena pencurian bernilai kecil menggunung seiring dengan berjalannya waktu.
6.6 PERHITUNGAN (HISAB)
Di negara kita ada suatu lembaga khusus yang menangani kejahatan yaitu POLISI, disini polisi akan menyelidiki, dan mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang di lakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan yang selanjutnya akan diserahkan kepengadilan untuk diproses menurut UUD.
Dalam islam kita kenal yaitu Yaumul hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup kita didunia. disini manusia yang telah meninggal akan di hitung semua amal baik dan buruknya jika amal baiknya lebih banyak maka iya akan masuk surga dan jika amal buruknya jauh lebih banyak maka akan masuk neraka. dan di neraka inilah segala perbuatan jahat manusia di dunia akan di balas sesuai dengan banyaknya kejahatan mereka didunia.
6.7 PEMULIHAN NAMA BAIK
  • Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup.
  • Nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya.
tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan
santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan – perbuatan yang
dihalalkan agama.
  • Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.
  • Ada tiga macam godaan yang merusak nama baik, yaitu harta, tahta, dan wanita.
  • Jalan yang dapat merusak nama baik antara lain, antara lain, fitnah, membohong, suap, mencuri, merampok dan menempuh semua jalan yang diharamkan.
  • Untuk memulihkan nama baik, manusia harus berubah menjadi lebih baik dan minta maaf.
  • Untuk merehabilitasinya, hanya perlu dua langkah yang bisa dilakukan:
1. Identifikasi penyebab rusaknya nama baik.
2. Lakukan upaya pemulihan
  • Cara untuk memulihkan nama baik:
– Bila kerusakan nama baik akibat suatu kesalahan, akuilah kesalahan itu, lalu ungkapkan penyesalan dan permohonan maaf.
– Bila kerusakan nama akibat suatu kegagalan, jalan terbaik adalah menebus kegagalan itu dengan mencapai prestasi lebih baik.
– Bila kerusakan nama baik akibat kesalahpahaman, carilah jalan untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.
– Bila kerusakan nama baik akibat fitnah, tunjukkan dengan bukti dan fakta yang membantah fitnah itu.
6.8 PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Dimana ada korban yang dirugikan atas reaksi itu, pembalasan dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan akan memberikan pembalasan bagi orang-orang yang bertaqwa yaitu dengan surga. Bagi yang tidak bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan atau siksaan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan atau siksaan api neraka.
Pembalasan disebabkan sifat dendam. Dendam merupakan sifat yang di benci oleh tuhan, dan merupakan sifat tercela, sifat ini belum akan merasa puas apabila diri kita belum membalaskan kekecewaan atau kekesalan hati kita terhadap oarang yang melakukan kejahatan kepada kita.
Referensi
Dari wikipedia
The Evolution Of Civilizations: an introduction to historical, Macmillin Company, New York, First edition published 1961; Liberty Fund, Inc.,
Rawls, John. Political Liberalism, The John Dewey Essays in Philosophy, 4. New York: Columbia University Press, 1993.
Thomas Nagel, ‘The Problem of Global Justice’, Philosophy and Public Affairs 33(2005): 113-47. p. 113.
Back to top